Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ada misterinya ? Mau tau baca selengkapnya!


Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter.



Ada apa aja sih di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru khusunya Gunung Bromo?

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Ia mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo/Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Ada 9 spot yang berada di kawasan Gunung Bromo :

1. Penanjakan 1

Penanjakan 1 adalah sebuah tempat tertinggi di kawasan Taman Nasional Bromo ,. Merupakan lokasi untuk melihat keindahan matahari terbit atau view point sunrise. Terletak di sebelah barat dari pegunungan tengger dan untuk mencapai Gunung Penanjakan 1 ini pengunjung wajib menggunakan kendaraan jeep atau hartop mengingat akses kesini cukup banyak tikungan tajam dan curam. Alternatifnya jika tidak menyewa hartop menggunakan sepeda motor namun jangan pakai kendaran matic. Selain itu untuk berangkat ke Penanjakan 1 ini harus lebih awal yaitu sekitar jam 3 dini hari,usahakan jangan sampai terlambat karena view point terbaik di Bromo ini merupakan spot yang di favoritkan pengunjung untuk melihat keindahan matahari terbit dari Bromo di bandingkan dengan Penanjakan 2.
2. Penanjakan 2

Gunung Penanjakan 2 adalah salah satu alternatif untuk melihat keindahan matahari terbit di Bromo, Anda yang pergi ke Bromo melalui rute probolinggo bisa memilih alternatif Bukit Penanjakan 2 atau View Point Seruni untuk menyongsong matahri terbit. Walaupun lokasinya lebih rendah dari Penanjakan 1 namun pemandangan juga tidak kalah menariknya. Untuk kesini tidak membutuhkan sewah kendaraan jeep. Karena bisa mudah di akses kendaran roda 2 maupun roda 4 biasa.
Pada Bulan bulan tertentu seperti september sampai bulan mei (musim hujan) penanjakan 2 ini meiliki pemandangan sangat indah, lokasi munculnya matahari terbit tepat di arah timur pengunjung. Namun jika sudah memasuki musim kemarau sunrise terjadi agak lambat , dan saya sarankan untuk berpindah ke spot penanjakan 1.
3. Padang Rumput Savana

Padang Rumput Savana Bromo,sebuah tempat yang terletak di selatan timur Gunung Bromo, terletak pada sebuah lembah hijau yang di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa punggungan gunung gunungkecil. Padang Rumput Bromo ini sangat luas yang sangat luas, jika anda datang ke Savanah anda akan merasakan seolah-olah tidak berada di Gunung Bromo.
Kontras sekali! karena jalur mencapai savana adalah Lautan Pasir yang gersang, namun saat memasuki padang rimput ini ini anda akan disuguhi oleh pemandangan yang meng hijau di kelilingi bukit bukut yang menambah indahnya tempat wisata ini. Terletak di lembah jemplang, akses termudah untuk kesini jika memakai kendaraan biasa atau sepeda motor adalah via Malang atau via lumajang.
4. Bukit Mentigen

Selain Penanjakan 1 dan penanjakan 2 di atas, alternatif ke tiga untuk spot view sunrise adaah dari bukit mentigen. Disini pengunjung cukup jalan kaki saja dari area penginapan / homestay / villa atau hotel di daerah cemara lawang probolinggo. Walaupun bikitnya tidak terlalu tinggi namun bisa menjadi alternatif terbaik kalau berangakat ke Bromo ala backpacker, tidak membawa kendaraan sendiri baik roda 4 maupun roda 2.Jalan kakinya puntidak jauh dari cemara lawang. Lokasi tepatnya di timur hotel Lava View Bromo.
5. Bukit Teletubies


Tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Gunung Bromo tanpa mengunjungi Bukit Teletubies. Berlokasi di selatan Gunung Bromo dan satu jalur untuk menuju Padang Rumput Savana. Merupakan gunungan gunungan kecil yang sangat indah yang di tumbuhi rerumputan khas pegunungan seolah-olah membawa anda berasa masuk film teletubis. Maka tidak salah jika masanrakat suku tengger sekitar menyebutnya sebagai Bukit Teletubies.
6. Air Terjun Madakaripura










Air Terjun Madakaripura merupakan salah satu tempat wisata yang berada di kawasan gunung bromo, tepatnya di Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, untuk mencapai tempat wisata ini bisa dilakukan dari arah probolinggo tongas ke gunung bromo, akses perjalanan sudah bagus untuk dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2. Dengan harga tiket masuk yang murah wisatawan bisa disuguhi pemandangan yang sangant mempesona. Air Terjun Madakaripura memiliki ketinggian sekitar 200 meter. Tepat berada di bawah kaki Gunung Bromo tempat ini memiliki banyak pengunjung, pengujung yang datang ke tempat ini tidak hanya dari wisatawan lokal tetapi banyak juga wisatwan asing yang berkunjung ke madakaripura.
7. B 29 Argosari

B 29 Argosari ini adalah salah satu spot camping di Bromo yang favorit. Destinasi wisata yang satu ini memang cukup asing bagi pengunjung Bromo. Tempat ini merupakan puncak yang paling tinggi di kawasan Wisata Gunung Bromo, lebih tinggi dari penajkan 1. Sehingga udara dingin dengan pemandangan yang sangat indah serta ditambah hamparan tumbuhan khas dari dataran tinggi membuat kawasan wisata ini sangat sayang untuk dilewatkan.
Letak dari wisata ini berada di daerah desa Argosari, kec. Senduro kira – kira 40 Km dari kota Lumajang. Untuk menuju ke B 29 ini akses termudah adalah melalui Senduro Lumajang (jalur selatan), namun anda bisa memakai jasa sewa hartop lewat pegunungan timurnya kecamatan SUkapura. Bagi yang hobi motor cross sangat cocok sekali adventure ke tempat ini, selain medan menantang khas pegunungan, tentu saja pemandangan sepanjang rute yang sangat alami akan menghiasi perjalaan Anda.
8. Bromo Milky Way

Bromo milky way hanya bisa di dapatkan saat malam hari, yaitu dengan pergi ke spot-spot tertentu yang cocok untuk hunting photography gugusan bintang ini di malam hari. Jangan lupa persiapkan kamera yang bagus jika tertarik melihat bromo milky way ini. Alasan kenapa bromo milky way ini sangat menarik dan sempurna adalah karena salah satu syarat untuk mendapat milky way terbaik adalah jauh dari sorot lampu kota atau dalam keadaan gelap sempurna, tanpa awan mendung dan perhitungan yang tepat untuk berburu milky way (harus memakai software stellarium)
Bromo Milky Way baru trend sekitar tahun 2013 – 2014, sejak seorang turis asing upload di youtube keindahan milky way dari Gunung Bromo. Sejak itulah para pecinta fotography dari berbagai belahan dunia pun ikut berburu foto galaksi bima sakti dari gunung Bromo. Waktu terbaik untuk hunting bromo milky way adalah pada musim kemarau, yaitu mulai bulan mei sampai bulan september, karena langit akan sangat cerah seiring dengan musim kemarau.
9. Pasir Berbisik
Pasir Berbisik adalah salah satu lokasi yang berada di area lautan pasir bromo selain dari Penanjakan, Kawah Gunung Bromo dan Padang Savana, awal mula dari pasir berbisik ini adalah tempat di mana lautan pasir yang memiliki suara desisan angin yang khas saat ada terpaan angin. Dari sinilah masarakat sekitar atau wisatawan menyebut tempat ini dengan Pasir Berbisik.
Pasir berbisik atau Lautan Pasir ini tidak dimiliki oleh gunung berapi manapun kecuali hanya satu yitu Gunung Bromo. Pemandangan yang mempesona di Gunung Bromo ini selain bisa melihat hamparan lautan pasir juga terselip pemandangan lereng-lereng kalendra sebagai pembatas lautan pasir dengan hutan gunung bromo sebagai pelengkap keindahan di mata kita.
Selain 9 spot tersebut kita bisa menyaksikan berbagai upacara yang dilakukan masyarakat Tengger yang mendiami dataran tinggi Bromo sebagai berikut:
Kasada
Hari Raya Yadya Kasada adalah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada hari-14 dalam Penanggalan Jawa diadakan upacara sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur, kisah Rara Anteng (Putri Raja Majapahit) dan Jaka Seger (Putra Brahmana) "asal mula suku Tengger di ambil dari nama belakang keduanya", pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, yang mempunyai arti “Penguasa Tengger yang Budiman”. Mereka tidak di karunia anak sehingga mereka melakukan semedi atau bertapa kepada Sang Hyang Widhi, tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo.
Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orangtua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.
Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, "Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo". Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Sebagai pemeluk agama Hindu, Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan poten.
Karo
Sebuah upacara hari raya terbesar masyarakat Tengger yang konon masih memiliki darah keturunan dengan kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, karena masih memiliki hubungan darah dengan kerajaan Majapahit inilah agama yang dianut oleh hampir keseluruhan masyarakat Tengger ini adalah Hindu Majapahit. Maka dari itu sebagaimana halnya kebudayaan dari Hindu Majapahit pada umumnya, di wilayah Tengger ini pun di percaya sebagai Hila-hila, yang dalam bahasa Tengger berarti tanah yang suci. Masyarakat adat Tengger sendiri paling tidak memiliki 6 ritual adat dalam setahunnya untuk memberikan pemujaan kepada Sang Hyang Widi Wasa dan menghormati roh leluhur sekaligus meminta berkah dan keselamatan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepulauan seribu? Apakah nama seribu diambil dari jumlah pulaunya?

Pemilu Usai, Travel Agent Optimistis Wisata Menggeliat

Pantai Tanjung Lesung, Keindahannya Ngga Kalah Dengan Bali!