Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ada misterinya ? Mau tau baca selengkapnya!
Ada apa aja sih di Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru khusunya Gunung Bromo?
Gunung
Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama
Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah sebuah gunung
berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329
meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni
Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten
Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai
sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung
berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru.
Bentuk
tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau
lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Ia mempunyai sebuah kawah
dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat).
Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat
kawah Bromo.
Bagi
penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo/Gunung Brahma
dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger
mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah
pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo.
Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama
sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan
Jawa.
Ada
9 spot yang berada di kawasan Gunung Bromo :
Penanjakan 1 adalah sebuah tempat tertinggi di kawasan
Taman Nasional Bromo ,. Merupakan lokasi untuk melihat keindahan matahari
terbit atau view point sunrise. Terletak di sebelah barat dari pegunungan
tengger dan untuk mencapai Gunung Penanjakan 1 ini pengunjung wajib menggunakan
kendaraan jeep atau hartop mengingat akses kesini cukup banyak tikungan tajam
dan curam. Alternatifnya jika tidak menyewa hartop menggunakan sepeda motor
namun jangan pakai kendaran matic. Selain itu untuk berangkat ke Penanjakan 1
ini harus lebih awal yaitu sekitar jam 3 dini hari,usahakan jangan sampai
terlambat karena view point terbaik di Bromo ini merupakan spot yang di
favoritkan pengunjung untuk melihat keindahan matahari terbit dari Bromo di
bandingkan dengan Penanjakan 2.
Gunung Penanjakan 2 adalah salah satu alternatif untuk
melihat keindahan matahari terbit di Bromo, Anda yang pergi ke Bromo melalui
rute probolinggo bisa memilih alternatif Bukit Penanjakan 2 atau View Point
Seruni untuk menyongsong matahri terbit. Walaupun lokasinya lebih rendah dari
Penanjakan 1 namun pemandangan juga tidak kalah menariknya. Untuk kesini tidak
membutuhkan sewah kendaraan jeep. Karena bisa mudah di akses kendaran roda 2
maupun roda 4 biasa.
Pada Bulan bulan tertentu seperti september sampai
bulan mei (musim hujan) penanjakan 2 ini meiliki pemandangan sangat indah,
lokasi munculnya matahari terbit tepat di arah timur pengunjung. Namun jika
sudah memasuki musim kemarau sunrise terjadi agak lambat , dan saya sarankan
untuk berpindah ke spot penanjakan 1.
Padang Rumput Savana Bromo,sebuah tempat yang terletak
di selatan timur Gunung Bromo, terletak pada sebuah lembah hijau yang di
kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa punggungan gunung
gunungkecil. Padang Rumput Bromo ini sangat luas yang sangat luas, jika anda
datang ke Savanah anda akan merasakan seolah-olah tidak berada di Gunung Bromo.
Kontras sekali! karena jalur mencapai savana adalah
Lautan Pasir yang gersang, namun saat memasuki padang rimput ini ini anda akan
disuguhi oleh pemandangan yang meng hijau di kelilingi bukit bukut yang
menambah indahnya tempat wisata ini. Terletak di lembah jemplang, akses
termudah untuk kesini jika memakai kendaraan biasa atau sepeda motor adalah via
Malang atau via lumajang.
Selain Penanjakan 1 dan penanjakan 2 di atas,
alternatif ke tiga untuk spot view sunrise adaah dari bukit mentigen. Disini
pengunjung cukup jalan kaki saja dari area penginapan / homestay / villa atau
hotel di daerah cemara lawang probolinggo. Walaupun bikitnya tidak terlalu
tinggi namun bisa menjadi alternatif terbaik kalau berangakat ke Bromo ala backpacker,
tidak membawa kendaraan sendiri baik roda 4 maupun roda 2.Jalan kakinya
puntidak jauh dari cemara lawang. Lokasi tepatnya di timur hotel Lava View
Bromo.
Tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Gunung Bromo
tanpa mengunjungi Bukit Teletubies. Berlokasi di selatan Gunung Bromo dan satu
jalur untuk menuju Padang Rumput Savana. Merupakan gunungan gunungan kecil yang
sangat indah yang di tumbuhi rerumputan khas pegunungan seolah-olah membawa
anda berasa masuk film teletubis. Maka tidak salah jika masanrakat suku tengger
sekitar menyebutnya sebagai Bukit Teletubies.
Air Terjun Madakaripura merupakan salah satu tempat
wisata yang berada di kawasan gunung bromo, tepatnya di Kecamatan Lumbang Kabupaten
Probolinggo, untuk mencapai tempat wisata ini bisa dilakukan dari arah
probolinggo tongas ke gunung bromo, akses perjalanan sudah bagus untuk dilalui
kendaraan roda 4 maupun roda 2. Dengan harga tiket masuk yang murah wisatawan
bisa disuguhi pemandangan yang sangant mempesona. Air Terjun Madakaripura memiliki ketinggian sekitar
200 meter. Tepat berada di bawah kaki Gunung Bromo tempat ini memiliki banyak
pengunjung, pengujung yang datang ke tempat ini tidak hanya dari wisatawan
lokal tetapi banyak juga wisatwan asing yang berkunjung ke madakaripura.
B 29 Argosari ini adalah salah satu spot camping di
Bromo yang favorit. Destinasi wisata yang satu ini memang cukup asing bagi
pengunjung Bromo. Tempat ini merupakan puncak yang paling tinggi di kawasan
Wisata Gunung Bromo, lebih tinggi dari penajkan 1. Sehingga udara dingin dengan
pemandangan yang sangat indah serta ditambah hamparan tumbuhan khas dari
dataran tinggi membuat kawasan wisata ini sangat sayang untuk dilewatkan.
Letak dari wisata ini berada di daerah desa Argosari,
kec. Senduro kira – kira 40 Km dari kota Lumajang. Untuk menuju ke B 29 ini
akses termudah adalah melalui Senduro Lumajang (jalur selatan), namun anda bisa
memakai jasa sewa hartop lewat pegunungan timurnya kecamatan SUkapura. Bagi
yang hobi motor cross sangat cocok sekali adventure ke tempat ini, selain medan
menantang khas pegunungan, tentu saja pemandangan sepanjang rute yang sangat
alami akan menghiasi perjalaan Anda.
Bromo milky way hanya bisa di dapatkan saat malam
hari, yaitu dengan pergi ke spot-spot tertentu yang cocok untuk hunting
photography gugusan bintang ini di malam hari. Jangan lupa persiapkan kamera
yang bagus jika tertarik melihat bromo milky way ini. Alasan kenapa bromo milky
way ini sangat menarik dan sempurna adalah karena salah satu syarat untuk
mendapat milky way terbaik adalah jauh dari sorot lampu kota atau dalam keadaan
gelap sempurna, tanpa awan mendung dan perhitungan yang tepat untuk berburu
milky way (harus memakai software stellarium)
Bromo Milky Way baru trend sekitar tahun 2013 – 2014,
sejak seorang turis asing upload di youtube keindahan milky way dari Gunung
Bromo. Sejak itulah para pecinta fotography dari berbagai belahan dunia pun
ikut berburu foto galaksi bima sakti dari gunung Bromo. Waktu terbaik untuk
hunting bromo milky way adalah pada musim kemarau, yaitu mulai bulan mei sampai
bulan september, karena langit akan sangat cerah seiring dengan musim kemarau.
9. Pasir Berbisik
Pasir Berbisik adalah salah satu lokasi yang berada di
area lautan pasir bromo selain dari Penanjakan, Kawah Gunung Bromo dan Padang
Savana, awal mula dari pasir berbisik ini adalah tempat di mana lautan pasir
yang memiliki suara desisan angin yang khas saat ada terpaan angin. Dari
sinilah masarakat sekitar atau wisatawan menyebut tempat ini dengan Pasir
Berbisik.
Pasir berbisik atau Lautan Pasir ini tidak dimiliki
oleh gunung berapi manapun kecuali hanya satu yitu Gunung Bromo. Pemandangan
yang mempesona di Gunung Bromo ini selain bisa melihat hamparan lautan pasir
juga terselip pemandangan lereng-lereng kalendra sebagai pembatas lautan pasir
dengan hutan gunung bromo sebagai pelengkap keindahan di mata kita.
Selain 9 spot tersebut kita bisa menyaksikan berbagai
upacara yang dilakukan masyarakat Tengger yang mendiami dataran tinggi Bromo sebagai
berikut:
Kasada
Hari Raya Yadya Kasada adalah sebuah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen
kepada Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada hari-14 dalam Penanggalan
Jawa diadakan upacara sesembahan atau
sesajen untuk Sang
Hyang Widhi dan para leluhur, kisah Rara Anteng (Putri Raja Majapahit) dan Jaka Seger (Putra Brahmana) "asal mula suku
Tengger di ambil dari nama belakang
keduanya", pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan
kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing
Tengger, yang mempunyai arti “Penguasa Tengger yang Budiman”. Mereka tidak di
karunia anak sehingga mereka melakukan semedi atau bertapa kepada Sang Hyang
Widhi, tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan
terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu
harus dikorbankan ke kawah Gunung
Bromo.
Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan
kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orangtua tetaplah
tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan
Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan
malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah
Gunung Bromo menyemburkan api.
Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, "Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo". Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, "Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo". Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Sebagai pemeluk agama Hindu, Suku Tengger tidak
seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat
peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan
poten.
Karo
Sebuah upacara hari raya terbesar masyarakat Tengger
yang konon masih memiliki darah keturunan dengan kerajaan Majapahit. Oleh
karena itu, karena masih memiliki hubungan darah dengan kerajaan Majapahit
inilah agama yang dianut oleh hampir keseluruhan masyarakat Tengger ini adalah
Hindu Majapahit. Maka dari itu sebagaimana halnya kebudayaan dari Hindu
Majapahit pada umumnya, di wilayah Tengger ini pun di percaya sebagai
Hila-hila, yang dalam bahasa Tengger berarti tanah yang suci. Masyarakat adat
Tengger sendiri paling tidak memiliki 6 ritual adat dalam setahunnya untuk
memberikan pemujaan kepada Sang Hyang Widi Wasa dan menghormati roh leluhur
sekaligus meminta berkah dan keselamatan.










Komentar
Posting Komentar